GENCAR (GERAKAN MEMBACA CERIA)

team gencar

Perjalanan GENCAR (Gerakan Membaca Ceria) di SMP Islam Soedirman Kota Bekasi

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah program pemerintah yang tercantum dalam Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Program tersebut merupakan program pembiasaan membaca selama 15 menit di lingkungan sekolah yang dilakukan sebelum dan/atau sesudah kegiatan belajar mengajar berlangsung. Provinsi Jawa Barat termasuk ke dalam provinsi yang dikatakan unggul di bidang GLS ini. Untuk itulah, Pemprov Jawa Barat terus menggaungkan program andalannya yaitu WJLRC (West Java Leader’s Reading Challenge).

 logo WJLRC

  logo WJLRC

SMP Islam PB. Soedirman Kota Bekasi merupakan salah satu sekolah yang terpilih sebagai sekolah perintis dalam kegiatan GLS dan WJLRC. SMP Islam PB. Soedirman Kota Bekasi mendapatkan tantangan membaca selama 10 bulan yang dimulai pada bulan Desember 2016 sampai September 2017. Dukungan yang luar biasa diberikan oleh Kepala Sekolah Bapak Drs. H. Agus Riyanta demi suksesnya tantangan WJLRC. Selain itu, dukungan penuh juga diberikan oleh Wakil kurikulum Bapak H. Gusfian Muslim, Lc, M.Hum. dan Wakil Kesiswaan Bapak Iwan Setiawan, S.Pd., dewan guru, staf TU, seluruh siswa, dan orang tua murid.

 gukar

Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala TU, staf,

dan dewan guru bersama-sama menyampaikan Salam Literasi

 team gencar

 Logo GENCAR

GENCAR (Gerakan Membaca Ceria) adalah nama program literasi di SMP Islam PB. Soedirman Bekasi dalam rangka mengikuti tantangan WJLRC. Nama program tersebut dibentuk sebagai landasan kuat yang diharapkan mampu terpatri dalam diri masing-masing pegiat literasi bahwa kegiatan membaca merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Keceriaan harus selalu melatarbelakangi kegiatan membaca khususnya dalam keikutsertaan siswa-siswa dalam tantangan WJLRC ini. Perjalanan GENCAR dimulai saat salah satu perwakilan guru Bahasa Indonesia yang sekarang menjadi Ketua Literasi di SMP Islam PB. Soedirman Bekasi yakni Ibu Xena Janitra Lathifah, S.Pd. bersama Kepala Sekolah memenuhi panggilan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mengikuti Workshop Perintis Komunitas LIterasi Sekolah tahap II Jenjang SD dan SMP yang dilaksanakan di Bandung pada 14 – 16 November 2016.

 workshop

Ibu Xena Janitra Lathifah, S.Pd dan Bapak Drs. H. Agus Riyanta

berfoto saat mengikuti Workshop Literasi di Bandung

Tanggal 21 November 2016 sosialisasi perdana yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada seluruh siswa. Antusias besar muncul dari seluruh siswa. Pelaksanaan Readhaton (membaca senyap selama 45 menit) perdana dilaksanakan bertepatan dengan hari guru tanggal 25 November 2016. Seluruh warga sekolah berbondong-bondong membawa buku untuk dibaca bersama di lapangan sekolah.

 kegiatan

Kegiatan Readhaton dan anggota literasi

berbagi pengalaman dengan siswa lain tentang literasi di SMP Islam PB. Soedirman Bekasi

Menindaklanjuti program tantangan WJLRC ini, diadakanlah seleksi pada tanggal 23 sampai 25 November 2016 di sekolah. Seleksi ini hanya boleh diikuti kelas 7 dan 8 saja karena kelas 9 harus fokus menjelang UN. Seleksi ini diikuti oleh sebanyak 86 peserta. Terdiri atas 3 tahap seleksi, yaitu: tahap pengukuran KPM (Kata per Menit) kecepatan membaca peserta didik. Tahap kedua, penilaian hasil reviu peserta didik terhadap bacaan yang dibaca. Tahap ketiga, wawancara seputar literasi sekolah dan bacaan.

 seleksi

Kegiatan Seleksi

Terpilihlah 15 anggota literasi yang telah lolos seleksi. Berikut nama-namanya:

NO NAMA KELAS
1 Khoirunnisa Rahmania Putri 7 U 1
2 Serena Evangelina Putri 7 U 2
3 Fatiha Iffah Jauharah 7 R 1
4 Masayu Fatimah ‘Azmi Aradea 7 R 2
5 Tasya Salsabila 7 R 3
6 Fransisca 8 U 1
7 Sekar Langit Jingga Madya Putri 8 U 1
8 Ade Aulia Rahma Putri Wahyudi 8 U 2
9 Bestarina Rahmi Nhawendah 8 U 2
10 Devianra Luthfi Alamsyah 8 U 2
11 Nathanaela Anindya Putri 8 R 1
12 Diajeng Athahira 8 R 1
13 Annisa Putri Maharani 8 R 4
14 Andhika Rizky Asshary 8 R 4
15 Chairunnisa Amelia 8 R 4

anggota

Ke-15 anggota literasi yang terpilih ini masing-masing memiliki latar belakang gemar membaca yang begitu tinggi. Di samping itu, dukungan dari kedua orang tua pun sangat terlihat dengan diberikannya banyak buku bacaan di rumah. Selanjutnya, diadakanlah pelatihan mereview bagi anggota literasi pada tanggal 9 Desember 2016. Pelatihan mereview dianggap perlu karena dalam tantangan WJLRC ini diwajibkan membaca 24 buku selama 10 bulan dan mereview setiap buku yang dibacanya dengan konsep review yang telah ditentukan dalam tantangan tersebut. Untuk itulah pelatihan mereview tersebut diselenggarakan. Ada 4 teknik mereview yang wajib dilakukan oleh anggota literasi. Teknik pertama ishikawa fishbone. Teknik ini wajib dibuat selama 3 bulan di bulan ke-1 sampai 3. Dalam teknik tersebut anggota literasi diminta dapat menyebutkan identitas buku yang telah dibacanya, menuliskan isi cerita yang dibacanya melalui skema WHO, WHAT, WHEN, WHERE, HOW, WHY, dan menuliskan hikmah yang dapat dipetik dalam cerita tersebut. Teknik tersebut diharapkan dapat menstimulasi daya berpikir anak, daya ingat anak, dan menyusun kalimat demi kalimat berupa tulisan. Teknik kedua AIH (Alasan, Isi, Hikmah) dibuat pada bulan ke-4 sampai 6. Dalam teknik ini, anggota diminta mereview dengan mampu mengevaluasinya; memberikan alasan mengapa ia memilih buku tersebut, mampu menuliskan secara singkat isi dari buku tersebut, dan mampu memetik hikmah yang terkandung dalam buku yang dibaca. Teknik Y Chart dikerjakan pada bulan ke-7 sampai 9 yang isinya diminta untuk menuliskan hikmah yang “terasa” dalam bacaan, hal yang berkesan “terlihat” dalam bacaan, dan hal berkesan “terdengar” dari bacaan. Tujuan dari kegiatan mereview dengan teknik ini adalah menstimulasi daya berpikir anak untuk dapat menangkap makna dari bacaan secara tersirat. Teknik keempat yaitu teknik infografis. Teknik ini dikerjakan pada bulan ke-10. Dalam teknik ini anggota literasi dapat menuangkan cerita dari hasil bacaannya dengan sebuah gambar. Teknik ini melatih kreativitas anak. Hasil review tersebut diwajibkan untuk selalu diunggah ke website resmi literasi.jabarprov.go.id.

pelatihan

Pelatihan Teknik Review

Tantangan WJLRC ini tidak hanya sampai di review saja, melainkan juga ada diskusi tentang buku yang telah dibacanya secara bersama-sama dengan anggota literasi. Kegiatan diskusi ini dapat menstimulasi daya berpikir anak, daya ingat, menyusun kalimat demi kalimat secara lisan, meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak.

Adapun untuk meningkatkan motivasi siswa-siswa dalam membaca buku bacaan, diadakanlah Pohon Geulis (Gerakan Literasi Sekolah) yang berisi batang dan ranting-ranting yang diisi oleh daun-daun yang ditulis judul-judul buku bacaan yang sudah selesai dibaca oleh seluruh warga sekolah.

 pohon

Pohon Geulis

Sampai saat ini, SMP Islam PB Soedirman sudah terhitung mengikuti tantangan 3 bulan. Masih ada waktu 7 bulan untuk dapat menuntaskan tantangan dan meraih Medali dari Gubernur Jawa Barat dan sertifikat penghargaan. Bulan September adalah bulan terakhir tantangan WJLRC ini. Nantinya tim literasi di sini akan diundang ke Bandung untuk diberikan penghargaan apabila berhasil dalam mengikuti tantangannya.