BEKASI – Suasana hangat menyelimuti aula SMP Islam PB. Soedirman 1 Kota Bekasi pada Sabtu, 11 April 2026. Sebanyak 124 wali murid berkumpul untuk mengikuti seminar parenting bertajuk "Menjadi Orang Tua Asik Tanpa Anak Merasa Terusik". Acara ini menghadirkan pakar psikologi ternama, Dr. Euis Nurhidayati, M.Psi.T., sebagai narasumber utama.
Seni "Masuk" ke Dunia Remaja
Dalam paparannya, Dr. Euis menekankan bahwa tantangan terbesar orang tua saat ini adalah menjembatani jarak komunikasi dengan anak usia remaja yang cenderung tertutup. Menurutnya, menjadi orang tua yang "asik" bukan berarti kehilangan wibawa, melainkan mampu memposisikan diri sebagai mitra diskusi yang aman bagi anak.
"Anak-anak kita di jenjang SMP sedang mencari jati diri. Jika kita terlalu mendikte atau masuk dengan cara yang menginterogasi, mereka akan merasa terusik dan menarik diri. Kita perlu belajar teknik mendengarkan aktif dan empati agar mereka merasa didukung, bukan diawasi," jelas Dr. Euis di hadapan para peserta.
Antusiasme dan Diskusi Interaktif
Kehadiran 124 wali murid menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan mental siswa. Selama sesi berlangsung, para orang tua diajak melakukan simulasi komunikasi untuk menghindari kata-kata yang memicu konflik. Dr. Euis juga membagikan tips praktis mengenai batasan privasi anak dan cara memberikan nasihat tanpa kesan menggurui.
Mewujudkan Keselarasan Pendidikan
Pihak sekolah menyatakan bahwa sinergi antara sekolah dan rumah adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter. Dengan menghadirkan ahli seperti Dr. Euis Nurhidayati, sekolah berharap wali murid memiliki bekal psikologis yang kuat dalam mendampingi putra-putrinya di rumah, sejalan dengan nilai-nilai Islami yang diajarkan di SMP Islam PB. Soedirman 1.
Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis, di mana para orang tua berkonsultasi langsung mengenai problematika harian menghadapi anak remaja. Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman, di mana anak bisa tumbuh tanpa merasa tertekan oleh ekspektasi yang berlebihan.